Home » » PROPOSAL PENELITIAN BAB I (MELESTARIKAN BUDAYA TAHLIL DI INDONESIA)

PROPOSAL PENELITIAN BAB I (MELESTARIKAN BUDAYA TAHLIL DI INDONESIA)

BAB I

DALIL DALIL ANTARA PRO DAN KONTRA MASALAH TAHLIL

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan kebudayaan, salah satunya adalah budaya Tahlil. Tahlil pada mulanya ditradisikan oleh Wali Songo (sembilan pejuang Islam di tanah Jawa). Seperti yang telah kita ketahui, di antara yang paling berjasa menyebarkan ajaran Islam di Indonesia adalah Wali Songo. Keberhasilan dakwah Wali Songo ini tidak lepas dari cara dakwahnya yang mengedepankan metode kultural atau budaya. Wali Songo mengajarkan nilai-nilai Islam secara luwes dan tidak secara frontal menentang tradisi Hindu yang telah mengakar kuat di masyarakat, namun membiarkan tradisi itu berjalan, hanya saja isinya diganti dengan nilai Islam.
Dalam tradisi lama, bila ada orang meninggal, maka sanak famili dan tetangga berkumpul di rumah duka. Mereka bukannya mendoakan mayit tetapi begadang dengan bermain judi atau mabuk-mabukan. Wali Songo tidak serta merta membubarkan tradisi tersebut, tetapi masyarakat dibiarkan tetap berkumpul namun acaranya diganti dengan mendoakan pada mayit. Jadi istilah tahlil seperti pengertian di atas tidak dikenal sebelum Wali Songo.

Namun, budaya tahlilan menuai berbagai kontrofersi yang belum pernah terselesaikan hingga kini, karena dari berbagai pihak yang berbeda pendapat, masing-masing berpegang teguh pada pendiriannya. Ada yang menyatakan bahwa tahlilan itu sunnah, ada pula yang dengan tegas mengatakan bahwa tahlilan adalah bid’ah dan bahkan sesat.

Di sini kami memilih judul “Dalil-dalil antara pro dan kontra masalah Tahlil” karena hanya ingin mengetahui mana dalil-dalil yang di pakai sebagai rujukan di antara yang pro dan kontra tersebut dan membuka wawasan kita sebagai kaum muslimin yang telah dikaruniai akal pikiran untuk berfikir dengan arif dan bijaksana dalam menentukan pilihan.

B. RUMUSAN MASALAH / FOKUS

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apa dalil-dalil yang mendukung tahlil?

2. Bagaiman dalil dalil yang menolak tahlil?

3. Bagaimana hukumnya seseorang yang membaca Tahlil?

C. TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Untuk mengetahui dalil-dalil yang pro dengan tahlil

2. Untuk mengetahui dalil-dalil yang kontra dengan tahlil

3. Untuk mengetahui hukumnya seseorang yang membaca tahlil

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Manfaat teoritis, dapat memperkuat dalil-dalil dan argumen dalam masalah tahlil.

2. Manfaat praktis, dapat melakukan ritual atau social keagamaan tanpa ada keraguan di dalamnya.

E. METODE PENELITIAN

Metode yang di gunakan oleh penulis dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka, di antara buku-buku yang penulis tinjau di antaranya :

· Tahlil dalam perspektif Al-Qur’an dan As-Sunah, oleh KH. Muhyiddin Abdusshomad, buku ini merupakan buku induk dalam penelitian ini.

Adapun buku perbandingan di antaranya:

· Tahlil dan Kenduri Tradisi Kiai dan Santri, oleh H.M. Madchan Anies, Pustaka pesantren, 2009

· Santri NU menggugat Tahlilan, oleh Harri Yuniardi, penerbit Mujahid Press

· Mantan kiai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan ziarah para wali, oleh H. Mahrus Ali.

F. SISTEMATIKA PENULISAN

Penulisan penelitian ini di susun sederhana, terdiri dari lima bab, yaitu:

Bab pertama merupakan pendahuluan. Pada bab ini di uraikan sekitar alasan pemilihan judul atau latar belakang, perumusan masalah / focus, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

Bab kedua, pembahasan bab ini mengenai landasan teoritis atau tinjauan pustaka tentang pengertian tahlil dan dalil-dalil yang membolehkan tahlil.

Bab ketiga, pembahasan bab ini mengenai dalil-dalil yang menolak adanya tahlil, pada bab ini berisikan dalil-dalil yang di pakai untuk menolak tahlil dan alasan kenapa mereka menolak tahlil.

Bab keempat, pembahasan bab ini mengenai hokum seseorang yang membaca tahlil, pada bab ini berisikan, hukum orang yang membaca tahlil menurut syariat dan keutamaan kalimah-kalimah suci dalam tahlil.

Bab kelima, bab ini merupakan bagian penutup dari penelitian, kemudian penulis membuat kesimpulan dari dalil-dalil antara pro dan kontra masalah tahlil.




Tugas Penelitian BAB I oleh : Akief Takaful
Fakultas : Syari'ah
Semester : 4
menarimenarimenari


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Akief Takaful

1 komentar:

antok afi mengatakan...

koq cuman bab I ga lengkap ya....

Poskan Komentar

 
© 2010-2012 AKIEF TAKAFUL
Desain by Akief Takaful | Powered by Blogger