Home » » WANITA

WANITA

         Wanita dari dahulu sampai sekarang ini masih di jadikan objek ketidakadilan, selalu di pojokkan, di kambing  hitamkan. Meski demikian wanita yang selalu di rebutkan, di uber-uber , di rebutkan. Tidak sedikit masalah kriminalitas, pembunuhan, korupsi, dan lain sebagainya hanya untuk memenuhi tuntutan seorang wanita.  Banyak orang menjadi gila karena wanita. Banyak keputusan menjadi tidak adil juga karena wanita. Pokoknya wanita bisa segalanya.
      Sepanjang perjalanan hidup manusia, wanita tempat pelampiasan kebuasan syahwat baik secara halus maupun buas, secara mulus maupun paksa, secara halal maupun haram. Pokoknya wanita dan wanitatempat pelampiasan. Acap kali ia di komersilkan demi mencari keuntungan di asumsikan seperti  barang, di jual di gadaikan sampai-sampai untuk memperlancar bisnis juga wanita. Wanita di jadikan jaminan bisnis dengan bentuk tubuhnya yang gemulai, wajahnya yang manis, tutur bahasanya yang lemah lembut, dengan pinggulnya menempel rekanan boss dalam bisnis.
Seharusnya wanita di pelihara, di sayang, di jaga, di hormati karena ia melahirkan keturunan, pelahir penerus peradaban umat manusia. Ia sebagai  anak perempuan, ia sebagai istri, ia sebagai ibu, kenapa ia mesti di cela, di asumsi seperti barang rongsokan! Di anggap makhluk kelas dua setelah laki-laki! Itu keterlaluan namanya.
Hanya islam satu-satunya yang mengajarkan untuk menghormati wanita. Sampai-sampai Nabi pernah berkata: “ Syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu”. Begitu tinggi Islam menghormati kaum wanita. Wanita di sebut saudara laki-laki karena dari jenis yang sama, bahan yang sama, derajat yang sama, yang membedakan jenis kelamin di mata manusia dan taqwa di mata Allah. Hanya dua itu tidak ada yang lain, itulah Islam dalam memandang wanita.
       Untuk itu sebagai wanita muslimah peliharalah kesucianmu, martabatmu, agamamu-Islammu, jangan sampai engkau kotori dengan keadaan zaman. Jangan silau gemerlap zaman yang serba palsu, kemewahan, kecantikan, harta, dan kedudukan bersifat semu, sementara nisbi dan relative. Iman jangan engkau tukar dengan sepotong roti, sebungkus supermi, dan juga jangan engkau tukar dengan cinta. Semua akan berakhir di dunia. Hidup bukan hanya di dunia,akan tetapi akhirat yang paling utama.


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Akief Takaful

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© 2010-2012 AKIEF TAKAFUL
Desain by Akief Takaful | Powered by Blogger